Tadi siang, ada messenger dari teman nun jauh di Bekasi sana. Vika namanya. Dulu, dia adalah teman satu kamar saya ketika mesantren pas aliyah. Kami terpisah setelah lulus. Dia melanjutkan kuliah di kotanya, sedangkan saya melanjutkan kuliah yang disediakan pesantren kami. Walaupun terpisah, kami masih menjaga komunikasi walaupun tidak sering. Saling cerita tentang keadaan masing-masing, seringnya sih tentang kegalauan akan pasangan hidup,hehe. Di umur yang sudah cukup menikah tapi belum kunjung jua ada yang bertamu, tentu membuat resah hati. Apalagi kalau mendengar ada teman atau adik kelas yang akan menyempurnakan agamanya, keresahan itu semakin menjadi. Kalau zaman sekarang istilahnya galau,hehe. Tapi di samping itu, kami juga saling menguatkan, untuk tetap yakin suatu saat pasti ada waktunya untuk kami.
Sebulan lalu, sehari setelah saya khitbah, dia nge-BBM, memberitahukan kalau hari besoknya dia mau khitbah juga. Subhanallah...saya sungguh speechless akan semua 'kebetulan' ini. Padahal, terakhir kali komunikasi awal juni dan itu kami masih galau2an. Sekarang, kami ditakdirkan dipinang oleh seseorang dalam waktu yang berdekatan.
Terus, messenger td siang dia nanyai WA saya juga memberitahukan bahwa adik kamar kami akan menyempurnakan separuh agamanya juga, 5 hari sebelum hari istimewa saya. Lalu, kami membuat grup WA khusus untuk alumni kamar kami dulu, walaupun anggotanya baru 3 orang,hehe. Saya senang sekali, sungguh senang. Semoga tali silaturahmi ini terus terjaga. Walau kita jarang berkomunikasi, semoga kita selalu saling mengingat dalam doa.
Ohya, kalau hari istimewa Vika dua minggu setelah saya. Semoga semuanya dilancarin ya. :)
We are not a friend, coz we are family...
Pengikut
Selasa, 30 Agustus 2016
Day H-24
Senin, 29 Agustus 2016
Day H-25
Hai......hari ini ga ada kejadiaan istimewa. Rutinitas berjalan seperti biasanyaa. Sekarang hari senin, jadwal ngajar setelah dzhuhur. Jadi, pagi-pagi setelah mufrodat tidur lagi.hehehe...yah gitu-gitu aja sih. Tapi tadi setelah isya, saya denger berita, ada santri putra yang jari kakinya sobek ketika main futsal. Alhmdllh sudah ditangani, semoga cepat sembuh. Ohya, setelah isya ada WA dari mein liebe, nanyain kabar katanya ga enak hati, eh trnyata bener, saya lagi batuk,hehehe....semoga terus seperti itu ya sayang..perhatian,rasa sayang,rasa memiliki, rasa keterikatan,semuanya terus ada abadi hingga surga. Amiiin...
Minggu, 28 Agustus 2016
Day H-26
Alhamdulillah....tadi pagi setelah mandi, sekitar jam 9an, saya buka hp, ternyata ada email dari bukabuku.com. Email ini memberitahukan kalau saya diterima sebagai dropship toko online mereka. Saya senang banget. Jadi, beberapa bulan yang lalu, saya mendaftar menjadi dropship toko online itu dan baru sekarang ada pemberitahuannya. Kalau yang belum tau apa itu dropship, jadi dropship adalah istilah untuk orang yang menjual barang orang lain tanpa kita harus susah-susah menyediakan toko, karyawan ataupun tetek bengek lainnya. Kita hanya fokus mencari konsumen saja. Tadi, mencoba registrasi tapi gagal terus. Nanti, mau nyoba lagi. Mudah-mudahan berhasil. Saya dari dulu pengen banget jualan buku, punya mimpi punya toko buku yang nyaman seperti d luar negeri. Amiiin.....
Kamis, 07 Juli 2016
PART 2
02 Syawal 1437 H / 07 Juli 2016
Sekarang hari kedua lebaran, lebaran tahun ini kurang begitu ramai. Juga kurang konsen, karena lagi merindukan yang jauh disana,hehe. Oke, kita lanjut cerita part 2 nya ya....
2. 12 Juni 2016
Tepat sudah seminggu kami menjalani puasa, seharian ini kami melaksanakan tidur wajib, biar nanti malam ga ngantuk,hehe. Nanti kami akan melaksanakan 3 sidang sekaligus; sidang komisi, sidang pleno kemudian sidang paripurana. Ini menjadi pengalaman baru untukku. Karena, saya buta sama sekali terhadap semua ini. Semoga menjadi pengalaman yang berharga dan tentunya tidak memalukan :D
Sidang dimulai sekitar jam setengah sembilan, karena kami menunggu ustadz yang engga stand by di pondok. Kemudian, memilih ketua sidang dilanjut pembacaan tata tertib sidang yang berjalan cukup alot ketika membahas apakah peserta sidang boleh merokok atau tidak. Setelah pembacaan tata tertib selesai, sidang komisi dimulai. Sidang komisi adalah sidang antara sesama anggota komisi yang sama saja. Karena anggota tiap divisi masing-masing hanya dua orang saja, tentunya saya cuma berdua saja dengan dia. Itu tidaklah jadi masalah sebenarnya, yang jadi masalah tentunya orang-orang apalagi para senior dengan senang hati menggojloki kami. Akhirnya kami semua sibuk dengan divisi masing-masing, termasuk saya dan dia, walaupun kadang sesekali ada yang merecoki,hehe. Setelah saya dan dia selesai membahas program kerja bidang disiplin untuk satu tahun ke depan, dia membahas masalah kemarin siang tentang chatingan dia di fb yang membuat saya menangis itu. Sebenarnya dia agak emosi katanya, karena tahu siapa yang memberi tahu saya, dia gak ngerti apa tujuannya memberi tahu saya tentang hal itu, tadinya mau bikin status di fb tentang orang itu tapi gak jadi, akhirnya dia update status yang di part 1 saya bahas. Hm...ternyata benar itu untuk saya, tapi saya ga nanyain apa maksudnya,haha...takut galau lagi. Dia menjelaskan dia seperti itu kepada semua wanita, karena dia masih sendiri. Hmm...malam itu lumayan banyak hal yang kami obrolin di luar program kerja disiplin.
Setelah sidang komisi ditutup, kemudian sidang pleno dimulai. Sidang pleno adalah sidang yang membahas program-program kerja semua divisi yang tadi dibahah di sidang komisi, apakah layak dari segi tata bahasanya atau peraturan itu sendiri. Untuk divisi disiplin, dia yang membacakannya, walaupun dibantu sedikit-sedikit oleh saya karena ada beberapa tulisan yang kurang dengerti, padahal dia yang menulisnya. Ketika membacakan program-program disiplin, saya semakin merasa nyaman menatapnya. Sebenarnya, perasaan itu dimulai ketika tadi kami sidang pleno. Saya sedikit ngelamun, mungkin seperti ini ketika kami merencanakan program masa depan kami berdua,haha...apa sih? :p dia kelihatan berbeda dari biasanya, kelihatan you look so seriously ;) dan yang paling surprise saya ga merasa canggung sama sekali. Padahal biasanya melihatnya saja udah ngeper duluan,hehe. Apa sich yang aku pikirin :D fokus...fokus...nanti sakit hati lagi.
Setelah sidang pleno selesai, dilanjut dengan sidang paripurna. Sesuai namanya, ini sidang yang sempurna artinya tinggal ketok palu saja. Sidang ini selesai bertepatan dengan waktu sahur tiba. Selamat makan. Besok kita lanjut ceritanya di PART 3, juga raker terakhir di tahun ini. Tapi, ceritanya belum selesai walaupun rakernya sudah berakhir. Masih banyak part-part berikutnya :) just wait.....
Senin, 04 Juli 2016
PART 1
11 Juni 2016
Ah...udah lama ga ngepos ya. Dari pos yang terakhir kali banyak sekali yang terjadi, banyak juga kesibukan-kesibukan yang menyita waktu. Dan insya Allah ada kabar baik juga ;)
Kita cerita satu-satu ya...
1. Postingan terakhir saya cerita tentang rasa sakit hati karena dari cerita teman, dia chatingan sayang2an dg seseorang. Denger berita itu lagi raker hari pertama, kebayang kan gimana ga konsen nya saya waktu itu. Ngelamun terus sambil nahan nangis. Kemudian pas break shalat, saya nangis sejadi-jadinya di hamam. Stlah shalat, rakernya dilanjut smpai jam 1 siang, dsna juga d umumn kalo saya 1 divisi dg nya di bagian disiplin, huhft...mendengarnya saya semakin galau gimana mau nglupain dia kalau kita 1 divisi? Yang artinyaa kami akan sering berhubungan ngobrolin program-program kerja. Waktu itu, saya brdoa aja meminta yang terbaik. Setelah raker selesai dan kami kmbali ke kamar utk istrhat, saya ngchat dia, ttg masalah itu. Saya gak mau ada ganjalan, walaupun akhirnya g tau sprt apa. Dia mnjelaskan, kalau memang sifatnya sprt itu krna msh sndri, bkn k satu wanita aja tp k semuanya, saya ga membalasnya. Tapi Allah berkehendak lain, gak lama kemudian dia datang ke asrama krna ada yg mau mmbayar SPP, kbetulan dia dan temannya sdg chating d kantor. Stlah ortu yg bayaran pulang, dia mendatangi saya menjelaskan semuanya, saya hanya diam saja, ga bisa brkata apa2, ga tau kenapa tp saya tau kalo dia g bohong. Setelah kmbali k asrama saya buka fb, dan melihat dia update status,
"Tak seperti apa yang kau kira...
Tetap teguh.
Yakin Allah punya rencana yang indah"
Saya ga mau geer itu status untuk saya, tapi waktunya serba kebetulan,hehe
Oke....waktunya istirahat, besok lanjut raker babak ke dua setelah tarawih sampai waktu sahur tiba.
Sabtu, 11 Juni 2016
Rasanya duniaku hancur seketika setelah mendengar berita itu. Dia masih berhubungan dengan wanita itu, orang yang dia sukai tapi sayangnya sudah bertunangan. Dulu, ketikaaa mendengar beritanya, dia mengatakan itu hanyalah gosip belaka, aku percaya saja. Dan, yang lebih bodohnya, aku menumbuhkan bunga yang dulu telah kucabut sampai akarnya, hanya karena mendengar rayuan gombal darinya yaang mungkin sering dikatakan ke wanita lain. Kini, hatiku hancur berkeping-keping setelah mendengar cerita dari temanku, temanku sempat melihat chatingaan dia, dan ternyata dia sedang chatingan dengan wanita itu, isinya seperti orang yang sedang berpacaran. Kata temanku, mereka saling memanggil sayang. Entah, gimana bentuk hubungan mereka. Yang pasti aku harus segera mengubur lagi harap ini dan berusaha mengobati luka ini, yang tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama. Ah, apakah aku tidak pernah belajar?
Mata ini perih, setelah menangis tapi hati ini lebih perih lagi, bagaikan tersayat-sayat. Dasar kau ini memang lugu atau bodoh rin?
Senin, 06 Juni 2016
Mimpi
Hah....tadi malam, saya mimpi sedang jalan-jalan ke galunggung dengan teman-teman pesantren dulu. Barusan, pas tidur siang, saya mimpi bertemu dengan teman-teman di kelas PBA. Oh.... Allah, apakah aku begitu merindukan mereka? Saudari-saudariku yang selalu menyayangiku, insya Allah...bersama mereka, melaksanakan ajaranMu terasa begitu indah dan nikmat.
Dimanapun mereka berada, semoga selalu dalam lindunganMU YA RABB. Jika di dunia ini tak Kau takdirkan kami bertemu lagi, semoga kami bisa bersama-sama lagi di surgaMu kelak. Aaamiiin.
Barusan melihatnya, sebenarnya saya ingin meminimalisir pertemuan dengannya, untuk menetralisir perasaan. Karena, kalau melihat setiap hari pasti akan susah move on nya. Rasa ini selalu ada, kalau begini terus kapan bisa membuka hati untuk yang lain, sedangkan yang selalu di pikiran mungkin sedang memikirkan gadis lain. Kalaupun dia masih memikirkanku #pede bgt ya :D (walaupun itu kemungkinannya kecil), dia masih punya tanggung jawab lain yang harus didahulukan, karena dia tulang punggung keluarganya. Tentunya, membersamainya adalah prioritas kesekian.
Ya Allah....aku memohon petunjukMU
jika dia memang yang Engkau takdirkan untukku,
Mudahkanlah kami untuk segera membangun rumah tangga
Menjalin ikatan yang Engkau ridhoi untuk menuju surgaMU
Jika dia bukan takdirku, ikhlaskanlah segala rasa yang ada di hati
Semoga kami termasuk hambaMU yang selalu bersyukur
Minggu, 05 Juni 2016
Horeee....eh, alhamdulillah besok ramadhan. Semoga ramadhan tahun ini kita bisa mendulang pahala lebih banyak lagi, ibadahnya juga lebih maksimal lagi. Aamiiin (ya Allah...semogaa tahun ini, ramadhan terakhir single saya, semoga tahun depan saya menjalani puasa ramadhan dengan imam saya dan calon anak saya. Aaaaamiiiiiin) doain ya pemirsah, hehehe...#doanya tetep minta jodoh :p
Ps. Hari pertama ga bisa ikut coz ada tamu bulanan, hiks..
Sabtu, 04 Juni 2016
Jodoh
Jodoh. Kata itu selalu jadi momok bagi setiap orang, khususnya wanita. Apalagi kalau ia sudah berumur lebih seperempat abad, jika sudah berumur segitu dan belum juga ditakdirkan bertemu dengan jodohnya, kerisauan akan penantian panjang itu akan sering muncul. Ditambah pertanyaan orang-orang sekitar, rasanya ingin menangis dan berteriak sekencang-kencangnya 'jika manusia diberi kebebasan memilih waktu, setiap orang pasti memilih secepatnya'. Atau, memang sejatinya manusia diberi kebebasan tapi kitanya yang bebal tidak bisa membaca pertanda langit. Sekarang, saya sudah berumur 26 tahun dan alhamdulillah masih diberi kebebasan untuk berekspresi sendiri dulu. Sebenarnya, saya juga sedang dilanda kerisauan akan kapankah imam yang akan membimbing dunia akhirat saya datang menjemput. Ada yang datang menawarkan diri, tapi belum sreg di hati. Ada yang jadi dambaan jiwa sejak dulu, tapi tak kunjung jua bertamu. Entah sampai kapan hal ini akan terus terjadi. Jiwa dan hati saya sudah lelah, ingin ada tempat berbagi semua keluh kesah. Kadang saya bertanya-tanya, saya yang terlalu bebal atau.memang belum saatnya saja dan saya 'hanya' perlu bersabar sedikit lagi.
Ya Rabb.....semuanya telah Engkau gariskan, termasuk pendamping hidup saya. Hingga saatnya tiba, saya mohon kesabaran dan kekuatan jiwa. Hingga saatnya tiba, semoga saya bisa terus memperbaiki diri, menjadi pribadi yang lebih baik lagi, menjadi wanita yang cantik hatinya.
Ps. Catatan ini saya buat di tengah kegalauan menanti jodoh, ada yang menawarkan diri tapi tak sreg di hati, ada yang jadi dambaan jiwa tapi tak kunjung jua bertamu. Semoga nanti, ketika saya memutuskan bukan nafsu yang berbicara.
RAMADHAN
Hm.... Udah lama banget ya gak posting sesuatu, padahal banyak banget hal menarik yang pantas buat ditulis, sekalian buat kenang-kenangan juga. Tapi dasar kalau penyakit M alias malesnya udah keluar, ampun deh.....hehe
Sebagai pemanasan, saya mau posting yang ringan-ringan dulu aja :)
Ohya, bentar lagi bulan Ramadhan, dua hari lagi, so sebagai muslim yang baik (aamiiin :) ) kita harus menyambutnya dengan suka cita, karena banyak sekali keutamaan - keutamaan di dalamnya. Berbicara bulan Ramadhan, saya jadi teringat dulu sebelum Ramadhan saya selalu berdoa begini, "ya Allah...mudah-mudahan ini Ramadhan terakhir saya dilalui dalam kesendirian", hehe, keliatan banget ya jombo ngenes nya, eh engga ding, engga ngenes cuma nelangsa *eeh.. tapi ternyata tahun-tahun berlalu saya masih sendiri ;) kemudian saya merenung, mungkin ada yang 'kurang tepat' dengan doa saya, setelah dipikir2 mungkin mungkin niatnya ya, harusnya menjelang Ramadhan ini kita berdoa agar bisa menjalani puasa dengan baik dan benar agar nanti bisa kembali fitrah dan tentunya akan banyak sekali pahala yang didapat, dan pastinya akan banyak sekali bonus di dalamnya, mungkin salah satunya calon pendamping dunia akhirat kita :)
Menjelang Ramadhan ini, mari persiapkan fisik dan mental, agar bisa melaksanakan ibadah puasa dan ibadah lainnya dengan khusyu'.
Minggu, 13 Maret 2016
Tirta Indah
![]() |
| Harganya murah kan untuk kantong kita :) |
![]() | ||
| Bapak-bapak penjaga tiket |
![]() |
| Parkiran |
![]() |
| Saya suka tempat ini |
![]() |
| Anak-anak |
![]() |
| Pemandangan dari atas |
![]() |
| Kincir air |
![]() |
| Rel kereta |
![]() |
| Sayang, ekor meraknya lagi ga mekar :( |
Ada satu lagi wahana yang ada disana, tempatnya terpisah dengan wahana anak-anak. Yaitu, wahana perahu dayung. Dan ini satu-satunya wahana yang kami naiki (ya iyalah, masa udah emak-emak masih mandi bola :D ). Wahana perahu dayung ini di samping kolam terapi ikan. Maksimal orang yang menaikinya empat orang, kami pendamping tiga orang dan satu lagi kami mengajak anak. Ada kejadian menarik yang membuat kami terus tertawa. Setelah kami berempat menaiki perahu dan mulai mendayung, kira-kira baru lima meter, perahu yang kami dayung terus saja berputar di tempat, tidak maju-maju. Dasar emak-emak katro, kami semuanya belum punya pengalaman mendayung. Dayung kanan, dayung kiri, dayung depan, dayung belakang, tetap saja perahunya hanya muter-muter saja. Kami terus mencoba sambil ketawa-ketawa, ditambah malu juga diliatin banyak orang bahkan ada yang mengambil gambar kami :D Akhirnya setelah berusaha hampir 15 menit, perahu kami bisa melaju juga :) Sayangnya, saya tidak mengabadikan momen itu :D
Setelah anak-anak makan siang, bersih-bersih, shalat dzuhur, kami pun pulang kembali ke asrama. Kami tiba menjelang ashar. Itu cerita saya hari ini, mana ceritamu :D Insya Allah, kalau saya lagi mood, saya akan menceritakan kegiatan-kegiatan kami disini, sebuah tempat yang masih sejuk di lereng gunung Ciremai :)
Sedikit me-review tempat yang saya kunjungi hari ini. Sebelumnya saya minta maaf kalau ada yang kurang berkenan, ini hanya pendapat subyektifitas saya. Semoga bermanfaat. Seperti yang telah saya singgung sedikit di atas, ada beberapa wahana yang kurang terurus dan terkesan kumuh. Andai lebih dipercantik lagi, rumput-rumputnya dipangkas, itu bisa meningkatkan nilai jual. Kolamnya juga menurut saya agak kotor, entah karena sedang banyak pengunjung atau penyebab lainnya. Tetapi, terlepas dari itu semua, saya mengapresiasi kepada pemilik kolam pemandian, karena telah menyediakan kolam pemandian yang 'ramah' bagi kami, masyarakat menengah ke bawah, menjadi sarana hiburan tersendiri. Kolam pemandian dengan seluncurannya, ember yang kalau sudah terisi penuh jadi tumpah ke bawah (entah apa istilahnya :D) dan segala macam wahana yang biasa dilihat di televisi, yang tiket masuknya saja bisa sejumlah indeks pendapatan kami sebulan. Kok, jadi curcol ya, hehe. Oke, kesimpulannya so far so good. Kalau anda, khususnya yang tinggal di Kuningan Utara sedang mencari tempat rekreasi untuk keluarga yang terjangkau denan kantong anda, tempat ini bisa dimasukkan ke list anda :)
Sabtu, 12 Maret 2016
Awalnya, saya berniat meresensi buku 'Rihlah Ibnu Bathuthah', berhubung saya belum selesai membacanya, saya mau posting sedikit tentang biodata beliau dan tentang buku ini, tapi bukan isinya ya :)
Buku ini adalah buku tentang memoar Ibnu Bathuthah setelah menjelajahi berbagai negeri, semacam diary perjalanan. Beliau mendiktekan kisahnya kepada Ibnu Juzai, muridnya. Di lembaran pengantar penerbit dan penerjemah dikatakan, sebagai memoar perjalanan, selain unsur obyektifitas juga ada unsur subyektifitas dari Ibnu Bathuthah. Walaupun begitu, masih banyak hikmah yang bisa kita ambil dari buku ini.
"Namanya adalah Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim Al-lawati Ath-Thanji, Abu Abdullah, Ibnu Bathuthah, traveller (sang pelancong), dan ahli sejarah.
Ibnu Bathuthah lahir dan tumbuh menjadi remaja di Thanjah (Tangier), tahun 703 H bertepatan dengan tahun 1304 M. Pada tahun 725 H, ia meninggalkan negerinya, berkeliling di negeri-negeri seperti Maroko, Mesir, Syam, Hijaz, Irak, Persia, Yaman, Bahrain, Turkistan, maa waraa' nahr (transoxania), sebagian wilayah India, Cina, Jawa (Nusantara), Tartar, dan AfriKa Tengah.
Dalam rihlahnya itu, Ibnu Bathuthah bertemu dengan banyak raja dan amir. Ia memuji mereka dalam bait-bait syair. Dengan hadiah dan bekal yang diberikan para raja dan amir itu, dia melanjutkan rihlah ke pelbagai negeri yang lain. Kemudian dia kembali ke Maroko dan menjadi orang kepercayaan Sultan Abu Inan, salah satu raja Bani Marin. Dia menetap di negeri itu dan mendiktekan catatan dan kisah perjalanannya untuk ditulis ulang oleh Muhammad Ibnu Juzai Al-Kalbi di kota Fez pada tahun 756 H. Buku itu diberinya judul Tuhfah An-Nuzhzhaar fi Gharaa'ib Al-Amshaar wa 'Ajaa'ib Al-Ashfaar. Buku inilah yang sekarang berada di hadapan anda.
Catatan perjalanan ini telah diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa asing: seperti Inggris, Prancis, dan Portugis, serta disebarluaskan di negeri-negeri itu. Sebagian isinya ada yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman dan disebarluaskan di negeri itu.
Ibnu Bathuthah menguasai bahasa Turki dan Persia. Rihlahnya menghabiskan waktu selama 27 tahun, mulai tahun 1325 hingga 1352. Ibnu Bathuthah meninggal di Marakesh tahun 779 H, bertepatan dengan tahun 1377 M. Penting untuk diketahui bahwa Universitas Cambridge dalam buku dan atlas terbitannya menyematkan kepada Ibnu Bathuthah sebuah gelar "Pemimpin Pelancong Muslim."
Rihlah Ibnu Bathuthah_hal xvii-xviii
Nah, itu sedikit biodata dan keterangan singkat tentang Ibnu Bathuthah. Semoga bermanfaat :)
p.s: maaf kalau agak kurang nyaman membacanya, tipe hurufnya agak berantakan :) sayaa nulisnya di hp (ngeles :P padahal gaptek)
Jumat, 11 Maret 2016
Rihlah Ibnu Batutah
Sejak saya mengenal sejarah Islam lebih luas lagi, bukan 'hanya' cerita nabi-nabi saja. Saya selalu terobsesi untuk mengetahui ceritanya lebih mendalam lagi, bukan sekedar riwayat singkat di buku-buku sekolah. Salah satunya tentang Ibnu Batutah. Saya mendengar nama beliau sudah lama, di buku-buku sekolah. Itupun hanya sekilas, jadi figuran saja. Padahal yang saya dengar, beliau adalah seorang traveler muslim yang kehebatannya melebihi Columbus. Saya berusaha mencari buku tentang beliau di salah satu toko buku terbesar di Indonesia, tetapi kami belum berjodoh. Seiring berjalannya waktu, keinginan itu perlahan hilang. Saya mulai berburu buku-buku yang lain.
Tetapi, takdir mempertemukan kami (ceileeeh...bahasanyaa :P ) ceritanya begini :
Beberapa hari yang lalu, dosen saya memposting hasil 'buruan' beliau di IBF. IBF adalah Islamic Book Fair, pameran ini adalah pameran buku terbesar se-Asia Tenggara. Yang namanya pameran buku otomatis berbagai macam buku dari berbagai penerbit tumplek disini. Kembali lagi ke dosen saya, nah di photo yang beliau upload di fb, ada satu judul yang menarik perhatian saya yaitu 'Rihlah Ibnu Batutah'. Kemudian, saya bertanya kepada beliau, "maaf pak, kalau buku Rihlah Ibnu Batutah darimana belinya?"
"Bapak beli di IBF, Rin", jawab beliau.
"Di stand mana pak?" tanya saya lagi.
"Wah, bapak lupa Rin. Tapi, bapak belinya di stand yang di lorong, bukan yang di dekat panggung utama".
Itulah sedikit percakapan kami. Kemudian, saya menghubungi beberapa teman yang sekiranya mau ke IBF untuk saya titipi, kebetulan di tempat saya mengajar sedang ujian tengah semester, jadi saya tidak bisa kesana. Karena, satu dan lain hal saya juga tidak bisa nitip ke teman :(
Pada hari senin kemarin, tiba-tiba saya kepikiran sesuatu, "hey Rin, sekarang zamannya sudah canggih, kenapa tidak kau manfaatkan". Oh iya ya, haha, akhirnya saya cari di mesin pencari Google, dan.....alhamdulillah ternyata ada yang jual di salah satu situs jual beli online. Saya langsung transaksi, bayar lunas, untung ongkirnya gratis :) duduk manis menunggu paketan datang. Alhamdulillah...kemarin paketnya sudah sampai dan hari ini sudah di tangan saya. Dan...mari kita berpetualang..... :)
Selasa, 08 Maret 2016
Setiap hari ahad ataupun hari biasa tetapi jam mengajar saya siang, saya selalu pergi keluar asrama untuk mencari sarapan, kadang bubur, serabi ataupun gorengan. Hari ahad kemarin, saya keluar mau membeli serabi, ibu-ibu penjual serabi langganan kami jualannya suka di samping kios baso. Mula-mula saya ga sadar, lama-lama saya kok ngerasa adem, ternyata masjid di samping kios baso menyetel murottal al quran hingga terdengar ke penjuru desa. Saya yang berada di situasi itu, merasakan sesuatu yang sulit diungkapkan. Bagaimana tidak, murottal alquran mengalun merdu di pagi yang syahdu, tampak anak-anak kecil bermain bola dengan riangnya di lapangan depan masjid, ibu-ibu mengerumuni mamang sayur yang sudah menggelar dagangannya dari shubuh, penjual ayam yang sedang memotong dan menimbang ayam di atas motornya, ibu-ibu penjual serabi memasukkan adoanan ke dalam cetakan serabi yang diletakkan di atas tungku, para pejalan kaki, para pengendara motor, hilir mudik berseliweran, semuanya berharmoni dengan alunan murottal al quran dari speaker masjid. Sungguh, semuanya bisa berdampingan dengan harmonis. Agama, ekonomi, pemerintahan.
Ingatan saya mengembara suatu tempat yang ingin saya kunjungi, Andalusia. Andalusia, ribuan tahun yang lalu, adalah contoh bahwa agama dan pengetahuan juga aspek lainnya bisa berdampingan, bahkan saling mendukung, membuat negara itu sempat dijuluki 'city of light', jauh sebelum Paris mendapat julukan yang sama sekarang.
Ah, kok jadi ngelantur ya, hehe. Saya suka sejarah, walaupun bukan ahli sejarah. Saya selalu melankolis kalau ngobrolin sejarah islam. Saya kadang suka berkhayal, seandainya punya kekuatan untuk pergi ke masa lalu untuk membuktikan keontetikan suatu histori, haha, kekanakkan banget ya. Apa mungkin itu ya yang menyebabkan saya susah move on, karena selalu berkutat dengan masa lalu :P
Kau menggenggam tanganku
Erat
Terus menggenggam
Seolah tak ingin melepaskannya lagi
Kau tersenyum padaku
Membuat hangat hatiku
Membuatku merasa nyaman di dekatmu
Tiba-tiba aku tersadar
Ternyata itu hanyalah mimpi
Lagi
Tetapi, kenapa itu terasa nyata bagiku
Jauh di lubuk hatiku, jauh di alam bawah sadarku, apakah aku masih
?
?
?
Sabtu, 05 Maret 2016
Anxiety?
Beberapa waktu lalu, salah satu guru terbaik saya meninggal dunia. Meninggalnya 'mendadak' sekali. Kata orang, beliau meninggal karena angin duduk. Angin duduk adalah istilah orang awam untuk serangan jantung mendadak. Entah kenapa, semenjak saat itu, pikiran saya selalu dihantui tentang angin duduk dan meninggal dunia. Bukan pikiran seperti biasanya, tetapi semacam ketakutan yang sangat membelenggu. Ketika pikiran seperti itu muncul, saya selalu merasa sakit dada ataupun sesak napas. Saya merasa bahwa saat itu saya akan meninggal dunia. Pikiran itu selalu membuat saya tidak nyaman dan tidak fokus beraktifitas dan bekerja. Dia datang tak terduga dan bisa kapan saja. Mula-mula pikiran itu jarang munculnya, paling dalam sebulan muncul sekali selama beberapa hari. Semakin kesini, pikiran itu semakin sering muncul, seminggu sekali dan yang paling parah beberapa waktu lalu, hampir setiap hari saya selalu dihantui pikiran seperti itu. Saya sangat tersiksa sekali. Seakan-akan kepala saya diselimuti awan gelap yang melingkupi dan membelenggu saya.
Sebenarnya, umat Islam dianjurkan untuk dzikrul maut atau mengingat kematian, agar kita beribadah semakin lebih baik lagi, karena kehidupan ini tidaklah abadi. Kita semua pasti akan meninggal dan apa yang kita lakukan di dunia akan dimintai pertanggungjawabannya kelak dan tentunya akan ada balasannya.
Akan tetapi, yang saya alami beberapa waktu lalu saya yakin itu bukanlah dzikrul maut seperti yang telah dianjurkan. Kenapa? Karena, pikiran itu malah membuat saya tidak fokus beraktifitas, mengajar, membaca al-quran, berjamaah. Bayangkan saja, ketika sedang mengajar tiba-tiba pikiran itu muncul, saya berpikir bahwa saya akan meninggal saat itu. Begitu pula, ketikaa sedang jamaah, bukannya khusyu' ke bacaan-bacaan shalat, saya malah sedang dibayang-bayangi kematian. Hal itu membuat saya semacam mencari pelarian, supaya pikiran itu hilang. Biasanya, saya main internet, kadang baca komik ataupun nonton. Saya jadi males ke masjid karena takut pikiran-pikiran itu muncul lagi. Apakah dzikrul maut seperti itu? Puncaknya sekitar semingguan yang lalu, ketika pikiran itu sedang muncul, saya pun mencari pelarian lain, nonton film. Anehnya, ga bekerja seperti biasanya, itu membuat pikiran-pikiran itu semakin menjadi-jadi, apakah saya akan meninggal saat ini? Pertanyaan itu terus bermunculan di benak saya, saya ingin menangis dan menjerit, harus gimana lagi. Malamnya, saya cerita kepada guru senior di tempat saya bekerja tentang keadaan yang sedang saya alami. Kemudian, beliau menasehati saya, bahwa itu hanyalah sugesti saja yang datang daari setan. Sebenarnya, saya stau bahwa pikiran itu hanya sugesti saja, mungkin saya hanya butuh tempat untuk berbagi. Setelah curhat itu, awan gelap yang seolah-olah melingkupi saya, perlahan menghilang.
Saya penasaran tentang pikiran-pikiran itu, pasti ada istilah psikologisnya. Saya pun bertanya ke seorang psikolog terkenal melalui akun fb beliau. Kata beliau, gejala yang saya alami secara umum disebut anxiety, dan saya disarankan untuk konsultasi ke psikolog terdekat. Setelah cari di google, anxiety adalah istilah untuk orang yang punya kecemasan berlebihan terhadap sesuatu. Sekarang, saya sedang mencari psikolog terdekat dari tempat saya tinggal. Hasil konsultasinya nanti di postingan selanjutnya, insya Allah. :)
Minggu, 21 Februari 2016
Memiliki
01 April 2014. Tanggal ini akan selalu saya ingat. Karena, di hari itu saya mendapat teguran dari Allah.
Ceritanya begini, kalo ga salah tanggal 1 April waktu itu adalah hari selasa. Nah, pada hari seninnya kebetulan tanggal merah, kami para pengasuh dan anak jalan-jalan ke paniis. Kami berangkat jalan kaki dan pulang dengan menyewa angkot. Wah, kebayangkan capenya. Anak-anak juga langsung 'tepar' malamnya. Pada malam harinya, sebelum tidur, saya main fb dulu di hp. Tak lama kemudian, saya pun tidur. Pagi harinya, sekitar jam tujuh, saya mau beres-beres kamar. Membuka jendela, menyapu, ngepel. Pada saat membuka jendela ada yang agak aneh, jendelanya udah kebuka dan diganjal sama sama baju bekas. Saya belum berprasangka apa-apa, saya menyangka teman saya sudah membukanya. Ohya, disini kami tinggal bertiga. Kemudian, setelah selesai beres-beres, saya mau merekap administrasi pendaftaran santri baru, kebetulan tahun itu saya adalah panitia penerimaan santri baru. Saya bertanya pada teman yang kemarin piket, ada santri yang daftar, saya menanyakan uang pendaftarannya. Jawabnya, sudah disimpan di atas lemari. Saya cari ga ada, bahkan sampai ke sela-sela lemari, takut jatuh. Ga ada. Saya tanya lagi ke teman takut dia salah ingat, dia juga keukeuh kalau uangnya sudah disimpan di atas lemari saya. Ya sudahlah, batin saya kala itu. Nanti juga kalo rizkinya pasti ketemu. Atau kalo tidak nanti digantiin.
Kemudian, teman saya yang satu lagi, mendengar saya ribut-ribut nyari uang, dia langsung memeriksa kantong tempat menyimpan uang bendahara, kebetulan waktu itu dia jadi bendahara sementara, menggantikan bendahara yang sedang cuti melahirkan. Tiba-tiba, dia berkata dengan panik, kalau uang yang disimpan tidak ada, dicari lagi takut salah nyimpen, tetap ga ada. Ting...kami langsung teringat barang berharga kami yang lainnya. Laptop. Laptop itu disimpan di atas kasur. Dan, letak kasurnya persis di bawah jendela. Kemudian, kami langsung mencari laptop, hasilnya tetap nihil. Kami langsung sadar, bahwa kamar kami disatroni maling. Kebetulan jendela kamar kami pada malam itu ga dikunci, dibiarkan terbuka lebar. Kami lengah, karena kami merasa aman-aman saja selama ini, bahkan pintu pun jarang dikunci. Saya langsung teringat pada kain bekas yang mengganjal jendela. Saya tanyakan pada teman saya apakah mereka yang meletakkan kain itu. Dua-duanya menjawab tidak. Akhirnya, saya tahu dia lewat mana, karena kebetulan pintu dikunci, jadi keluar masuknya lewat jendela. Diganjal dengan kain mungkin takut berisik dan kami terbangun.
Ada banyak pelajaran dalam peristiwa itu :
1. Kita harus selalu waspada. Dimana pun dan kapan pun. Pastinya waspada yang sewajarnya.
2. Rasa memiliki yang sewajarnya. Ketika teman saya yang tinggal di Jakarta tahu peristiwa ini, dia ikut bersedih tetapi dia merasa heran, katanya saya tidak terlihat sedih, kelihatan biasa-biasa saja. Memang, pada waktu itu, walaupun saya baru kehilangan laptop, benda yang telah menemani saya selama saya kuliah, saya tidak merasakan apapun. Baik itu sedih, sebal atau perasaan lainnya. Saya merasa biasa-biasa saja, seperti tak terjadi apa-apa. Saya hanya merasa sedih, ketika ada orang yang menyalahkan saya, bahkan seperti memarahi. Bukan saya tidak ingin disalahkan, tetapi menurut saya waktunya kurang tepat. Kami kan ceritanya sedang tertimpa musibah. Bahkan, orang-orang itu bersepakat untuk menutup kasus ini dan jangan sampai terdengar oleh telinga atasan. Karena, posisi mereka akan terancam. Saya merasa sudah jatuh tertimpa tangga pula. Kembali lagi, setelah saya merenungi perkataan teman saya itu, saya mendapatkan jawabannya kenapa saya ga merasa sedih walaupun sudah kehilangan laptop. Mungkin, karena selama ini saya tidak 'merasa' memiliki benda itu. Walaupun agak lama membersamainya, saya tidak 'merasa memilikinya. Mungkin, karena itulah saya tidak sedih.
Hal ini bisa jadi pelajaran buat kita semua, bisa dipraktekkan ke hal-hal yang lain yang pernah kita miliki, baik itu benda, manusia, kedudukan, jabatan dan lain sebagainya. Bahwa, kita jangan terlalu 'merasa' memiliki, karena akan ada saat dimana hal yang kita miliki itu bukan milik kita lagi. Supaya ga galau, ya itu antisipasinya ;)
3. Yang terakhir, dalam keadaan apa pun, bahkan dalam keadaan terburuk sekali pun, selalu ada hal yang kita syukuri. Dalam peristiwa ini, saya bersyukur 'hanya' benda-benda saja yang diambilnya, coba kalau sama yang lainnya, membayangkannya pun membuat saya merinding. Na'udzubillah.....
Pesan bang Napi:
"Kejahatan terjadi bukan karena ada niat saja, tetapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah. Waspadalah.
Pejuang Shubuh
Jumat malam tanggal 12, di pondok kami mengadakan seminar membahas tentang valentine, mengenai ini sudah saya bahas di tulisan sebelumnya. Kali ini saya mau cerita tentang film yang kami tonton pada malam itu. Maaf kalo spoiler. Filmnya berjudul pejuang shubuh, terdiri dari tiga seri. Film ini adalah film karya filmmakermuslim yang bekerja sama dengan daqu movie yang ditayangkan di youtube. Inti cerita film ini tentang mendapatkan jodoh dengan rajin berjamaah shubuh di masjid.
Film ini dibintangi oleh Andre M. Addien sebagai Angga, Hidayaturrahmi sebagai Ratih dan juga para pemain pendukung lainnya. Film pertama, berkisah dari sudut pandang pemain utama prianya yang bernama Angga. Dia mempunyai pacar yang bernama Ratih. Setelah sekian lama pacaran, tiba-tiba Angga diputuskan oleh Ratih dengan alasan Angga bangunnya suka kesiangan dan telat shalat shubuh. Kata-kata yang selalu saya ingat adalah perkataan Ratih pada Angga, "gimana mau jadi pemimpin keluarga, mimpin diri sendiri juga belum bisa" :D kayaknya ngena banget. Masih dalam masa galau, datang lagi 'kemalangan' untuk Angga. Ayahnya berhenti mengiriminya uang, dia ingin anaknya berusaha mencari kerja, karena si Angga ini sudah lulus kuliah tapi belum juga punya pekerjaan. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin itu kata yang tepat menggambarkan keadaan Angga saat itu. Tetapi, Angga bukan tipe orang yang meratapi nasibnya. Akhirnya, dia meminta temannya yang rajin shalat shubuh di masjid untuk membangunkannya. Walau pertama kalinya susah, tetapi lama kelamaan akhirnya si Angga mampu bangun sendiri untuk shalat shubuh. Selain berjuang untuk bangun shubuh, dia juga berusaha mencari pekerjaan. Bersamaan dengan keberhasilan bangun shubuh, dia akhirnya mendapat kerja, dan ditempatkan di luar pulau. Sebelum berangkat, dia menitipkan surat untuk Ratih pada temannya. Isi suratnya saya lupa, bisa dilihat di youtube, yang pasti saya suka kata-kata dalam surat itu. Dua tahun kemudian, Angga kembali ke kotanya dan berniat melamar Ratih. Dia berhenti sejenak di sebuah masjid untuk melaksanakan shalat. Tak disangka, disana dia bertemu Ratih yang sedang menggendong anak. Angga terkejut dan terlihat kecewa, kita yang sedang menontonnya juga merasa kecewa, melihat perjuangan Angga selama ini untuk menggapai mimpi dan cintanya, masa harus berakhir seperti itu sih. Tak lama kemudian, datang seorang laki-laki menghampiri Ratih, yang dikenalkan Ratih sebagai kakaknya dan anak yang sedang digendongnya adalah keponakannya. Angga langsung menghembuskan nafas keras. Sama seperti kami yang sedang menontonnya. Kayaknya si Angga dari tadi menahan nafas deg, hahaha. Keren deh pokoknya film ini.
Ini nih gambarnya Angga. Setelah melihat film ini, saya langsung mencari tahu tentang dia :D
Kamis, 18 Februari 2016
BOBO
BOBO. Siapa yang tidak tahu majalah ini. Bobo adalah majalah anak-anak. Selain sebagai hiburan, BOBO juga sumber pengetahuan dan informasi. Majalah ini terbit seminggu sekali, setiap hari kamis.Pertama kali terbit sudah lama sekali, tepatnya saya kurang tahu :P yang pasti ibu-ibu yang sekarang punya anak, mereka pernah membaca atau setidaknya mendengar majalah ini ketika masih kanak-kanak. Pun dengan saya. Sejak kecil saya suka membaca. Apapun selalu dibaca. Salah satunya majalah BOBO. Walaupun dulu belum mampu berlangganan, saya cukup sering membacanya. Dengan umur saya yang sekarang sudah pantas memiliki anak, kebiasaan membaca majalah ini tidak hilang. Mungkin agak sedikit berbeda sudut pandangnya. Kalau dulu, saya membaca majalah bobo 'hanya' sebagai hiburan saja. Tetapi sekarang saya punya tujuan lain. Di dalam majalah ini ada cerpen dan dongeng anak, dengan seringnya membaca dongeng, saya ingin meningkatkan kemampuan bercerita saya, yang insya Allah akan bermanfaat. Juga dengan mengoleksi majalahnya, saya sudah menyicil bahan-bahan bacaan untuk anak saya kelak ;)
Yang terakhir, saya ingin menjadi seorang penulis. Yang dengan tulisan saya bisa menginspirasi banyak orang, seperti penulis favorit saya. Ini mimpi saya. Mulai dari yang 'kecil'. Itulah kenapa setiap update status di facebook, saya suka sambil bercerita, karena saya ingin melatih kemampuan menulis saya. Kini saya punya blog sederhana, apa yang saya pikirkan, saya tuangkan disini. Walaupun banyak malasnya :D
Ada satu peristiwa menarik. Tadi malam, saya buka-buka artikel di google, mencari informasi mengenai tips membuat cerpen ataupun dongeng anak. Nah, barusan ketika ada bapa koran, saya membeli majalah BOBO, saya liat di covernya ada tulisan "Tips membuat dongeng". Hmm, membaca ini membuat saya berpikir banyak hal, apakah ini pertanda saya harus 'melanjutkan' mimpi saya? :) doain yaaa....
Senin, 15 Februari 2016
Seminar
Hmm...sudah lama ya saya ga posting sesuatu. Padahal, niatnya minimal satu hari satu postingan, biar semakin terasah insting menulisnya. Tapi, tetep aja kalo lagi males mah, hehe..
Kali ini, saya mau cerita tentang kegiatan di asrama dimana saya tinggal sekarang. Pada tanggal 12 kemarin, ustadz kami mengadakan seminar. Beliau mengundang para santri dan murid untuk menghadiri acara itu. Seminar ini diadakan sengaja menjelang valentine, karena temanya memang tentang valentine, bagaimana kita sebagai muslim menyikapinya. Seminar ini terdiri dari empat sesi. Dua sesi pertama, diisi oleh dua ustad kami tentang bahayanya valentine dan pacaran. Di sesi ketiga, kami menonton ceramah ustad felix siauw on you tube. Dan, di sesi keempat, kami menonton film pendek karya anak bangsa, tentang...apa ya, saya bingung menjelaskannya, hehe.. insya Allah di postingan selanjutnya, saya akan bahas tentang film pendek itu. Judulnya pejuang shubuh. Ohya, seminar kemarin saya lupa mendokumentasikan acaranya. Jadi, ga bisa liat ustadz2 ganteng lagi ceramah. :P
Kamis, 04 Februari 2016
Keniscayaan
Terakhir kali melihatnya, ketika idul fitri tahun lalu. Kami jarang bertemu, karena dia dengan ayahnya-paman saya-, tinggal di ibukota. Praktis kami bertemu hanya ketika lebaran saja, itupun kalau mudik ke kampung kami. Perawakannya yang melebihi berat badan ideal, membuat dia jadi bahan 'becandaan' kami sekeluarga. Ketika kakak sepupu kami menikah, dia tidak datang. Menurut paman, dia baru sembuh dan keluar dari rumah sakit. Lambungnya kena dan sudah parah. Penyebabnya karena sering mengkonsumsi mie instan. Dan, dua hari yang lalu, saya mendapat kabar dari adik sepupu saya yang lain, bahwa dia telah meninggal dunia. Walaupun kami tidak begitu dekat, selain karena intensitas pertemuan, juga umur kami agak jauh, tapi seperti kata pepatah "darah lebih kental daripada air", mendengar berita itu membuat saya menangis juga. ;) mungkin lebaran tahun depan, gak akan ada yang 'menumpang' mandi lagi.
Senin, 01 Februari 2016
SimCity
Akhir-akhir ini, saya sedang keranjingan bermain game. Simcity nama gamenya. Cara memainkan game ini susah-susah gampang. Sesuai dengan namanya, kita harus membangun suatu kota yang bagus dan nyaman serta membuat warganya bahagia. Kita berperan sebagai wali kota, harus berpikir bagaimana membuat nyaman warga di bawah kepemimpinan kita. Dan, jangan sampai ada yang pindah ke kota lain. Indeks kebahagiaan warga bisa kita liat. Dari game ini saya belajar cara kerja seorang kepala daerah. Mulai dari menyediakan sarana umum, seperti jalan, taman, dan dari mana mendapatkan dananya. Juga tentang pajak. Menerima keluhan juga aspirasi warga, sebagai masukan untuk kemajuan kota. Juga bagaimana membuat tata letak kota yang indah, tidak semrawut. Game ini mengingatkan saya akan hadits Nabi yang menyebutkan 7 golongan ahli surga. Salah satunya adalah pemimpin yang adil, bahkan di urutan pertama. Memang bisa difahami, seorang pemimpin yang adil, yang menempatkan sesuatu sesuai porsinya, termasuk golongan ahli surga. Amanah yang dipikulnya sangatlah berat, menyangkut kehidupan banyak orang, belum godaan2 yang harus dihadapinya. Tapi, jika dia mampu melewati itu semua, insya Allah dia akan termasuk golongan yang disebutkan Nabi kita.
Minggu, 31 Januari 2016
Sepotong Bulan untuk Berdua
Hari ini, saya sedang tidak ada ide apapun untuk membuat tulisan. Jadi, saya mau posting salah satu sajak karya bang Tere yang saya sukai.
Here we go.
SEPOTONG BULAN UNTUK BERDUA
Saat dikau menatap bulan
Yakinlah kita melihat bulan yang sama
Mensyukuri banyak hal
Berterima kasih atas segalanya
Terutama atas kesempatan untuk saling mengenal
Esok pagi semoga semuanya dimudahkan
Malam ini
Saat dikau menatap bulan
Yakinlah kita menatap bulan yang satu
Percaya akan kekuatan janji-janji masa depan
Keindahan hidup bersama, berbagi, dan bekerja keras
Mencintai sekitar dengan tulus dan apa adanya
Malam ini
Saat dikau menatap bulan
Yakinlah kita menatap bulan yang itu
Semoga Yang Maha Memiliki Langit memberikan kesempatan
Suatu saat nanti
Kita menatap bulan
Dari satu bingkai jendela.
Indah kan?! :) saya selalu bermimpi, akan ada seseorang yang membacakan sajak itu untuk saya dengan sepenuh hati..
Sabtu, 30 Januari 2016
HUJAN
Siapa yang tidak kenal Tere Liye. Penulis paling produktif di Indonesia. Dan, setiap karyanya selalu best seller, dicetak ulang sampai belasan kali. karya bang Tere, begitulah beliau disapa, tidak terfokus pada satu genre saja. Setiap genre, saya kira, sudah ada novelnya. Ah, tidak perlu dijelaskan panjang lebar ya, karena semua mungkin udah tau siapa bang Tere, bahkan mungkin fansnya, sama seperti saya :) Saat ini, saya hanya ingin menulis kesan saya tentang novel terbarunya yang berjudul 'HUJAN'. Maaf kalo spoiler. Novel ini ber-genre roman, artinya tentang perasaan. Ekhem... :D yang tidak saya duga, novel ini berlatar masa depan, menceritakan manusia di tahun 2043 dengan segala kecanggihan teknologinya. Tetapi, walaupun teknologinya di masa depan yang belum ada di zaman sekarang, kita tidak sulit membayangkan kecaanggihan gadget di novel itu. Karena, bang Tere menjelaskannya dengan bahasa yang sederhana dan mudah difahami, khas bang Tere. Novel itu juga membahas tentang isu2 global, seperti bencana alam, baik itu yang dikarenakan ulah manusia atau memang sudah siklusnya.
Banyak sekali pengetahuan di dalamnya. Tentang siklus meletusnya gunung. Tentang hujan asam. Saya kagum dengan bang Tere, yang saya tahu beliau adalah akuntan-ahli ekonomi-, tentu membutuhkan riset dulu tentang itu semua. Terus, cerita tentang perasaannya mana? Lebih baik baca sendiri agar lebih seru :) yang pasti, novel ini tidak sama dengan novel roman bang Tere yang sebelumnya, seperti 'Sunset bersama Rossie' atau 'Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin', yang membuat para pembaca belum bisa move on sampai sekarang. Galau tingkat dewa, hehe.
"Sesungguhnya, bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima. Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan".
Selamat membaca :)
Jumat, 29 Januari 2016
Angkot
Liburan semester kemarin, saya ke cikarang menghadiri pernikahan kakak sepupu saya. Kami berangkat rombongan, kalau tidak salah ada empat mobil. Ada kejadian menarik di tengah perjalanan. Setelah keluar tol, mobil yang saya tumpangi berhenti di pinggir jalan, menunggu mobil paman saya, karena beliau belum tahu rute ke rumah kakak sepupu saya. Sambil menunggu, kami keluar dulu menghirup udara segar. Kemudian ada angkot melintas, memberi klakson tanda menanyakan mau naik atau tidak. Lalu saya melambaikan tangan isyarat menolak tawaran sang supir. Tiba2 adik laki-laki saya nyeletuk: "ngapain teteh dadah-dadahan? Centil ih"
"Bukan centil, tadi nawarin tumpangan, teteh menolaknya dengan lambaian tangan". Jawab saya,
"Ya udah, cuekin aja, pura- pura ga liat." Kata adik saya lagi,
"Pura-pura ga liat gimana, orang angkotnya melintas di depan kita. Lagian, kalopun kita ga akan naik angkotnya apa salahnya kita menolak dengan sopan". Kata saya berapi-api. Perdebatan ini mengingatkan saya akan keinginan saya dulu untuk update status di facebook tentang hal ini.
Saya adalah angkot lover :D kemana-mana dengan jarak yang masih bisa dicapai angkot, saya lebih memilih naik angkot. Saya merasa nyaman, karena supirnya tidak ugal-ugalan. Apalagi rute angkot, adalah rute jarak dekat, sehingga para penumpangnya-yang kebanyakan ibu2- sudah saling mengenal, sehingga atmosfir kekeluargaannya terasa sekali. Saya selalu suka kalau mereka sedang ngobrol, mendengarkan dengan takzim sambil senyum2 sendiri, sesekali menganggukkan kepala ketika ada ibu2 yang menoleh pada saya. Itu sensasi yang selalu saya sukai di angkot. Apalagi kalau ada penumpang yang ngajak becanda supir. Berbicara mengenai supir, adalah tugas mereka mencari penumpang sebanyak-banyaknya. Ketika ada yang berdiri di tengah jalan, ditawari, menggelengkan kepala. Tak apa, melaju lagi, mencari penumpang. Yang selalu bikin saya sebal, kalau ada penumpang yang ditawari supir, dia pura-pura ga liat sambil memalingkan muka. 'Diklaksonin', ditanya ga dijawab. Dipikirnya, sang supir mau maksa naik mungkin. Siapa yang ga bete. Saya aja yang melihatnya suka bete, apalagi supir.
Mudah2an aja yang berpikir seperti itu sudah ga ada lagi.
Kamis, 28 Januari 2016
Teledor
Dua minggu setelah membuat blog, saya kena musibah. Hp saya hilang. Walaupun karena keteledoran saya juga, hehe. Ceritanya begini, waktu itu saya kebagian jadi panitia ujian pondok, tepatnya jadi sekretaris. Membuat jadwal, menggandakan soal & lembar jawaban, juga hal2 lainnya yang berhubungan dengan tugas saya sebagai sekretaris. Pada hari itu, saya berniat menggandakan soal & lembar jawaban, agar segera di pak & pekerjaan satu persatu selesai. Karena tempat photo copy di pondok kami sedang tutup, maka saya menggandakannya di luar. Tempatnya tidak begitu jauh, tapi kalau jalan kaki capek juga, hehe. Setelah selesai digandakan, ternyata cukup banyak juga, satu kardus HVS. Akhirnya, saya naik angkot, dan penumpangnya hanya saya seorang sampai saya turun. Setibanya di kantor pondok, saya mau sms teman saya. Ketika saya mau ambil hp di saku rok, kok ga ada. Padahal saya yakin saya nyimpennya di sana. Akhirnya, saya dan orang2 yang ada di sana sibuk mencari hp. Ditelpon nyambung bahkan diangkat, diajak bicara ga ada yang jawab. Ya sudahlah, mungkin memang bukan rizki saya. Akhirnya, saya merelakan hp itu dan membeli hp yang baru, tapi saya belum mampu beli yang android -harus nabung dulu-. Itulah akibat dari keteledoran saya. Banyak dugaan tapi yang paling kuat dan masuk akal, hp itu jatuh ketika saya mau mengambil ongkos angkot. Semoga saja hal seperti itu tidak terulang lagi, kepada siapa pun.
Siapa sangka
Ketika masih kecil kami sering bermain bersama, berenang di sungai, berlarian di pematang sawah. Tak lama terdengar kabar ternyata sudah melihat dunia, mengunjungi tempat2 eksotis, melakukan banyak hal. Ketika masih belajar di kelas yang sama, kami saling membantu dalam pelajaran, baik pelajaran bahasa Arab, Inggris ataupun Jerman. Tak lama terdengar kabar ternyata sedang menyelesaikan master di negeri para Tsar. Ketika masih tidur bareng2 di asrama, ngeloghat bareng, dijilid bareng, hafalan bareng. Berbilang taun, banyak kabar berdatangan. Suka maupun duka. Siapa sangka teman yang dulu pernah duduk bersama, kini sudah tenang di sisi Sang Pencipta. Siapa sangka teman bercerita dulu, sekarang telah jadi 'madrasatul ula'. Siapa sangka adik kelas yang dulu pernah ditenangin karena nangis ga betah, sekarang telah menggenapkan separuh agamanya. Tak ada yang tau, jadi apa kita di masa depan. Semua adalah rahasiaNya, agar manusia mau terus berusaha. Dan aku tau, mereka adalah orang yang mau terus berusaha.








