Pengikut

Sabtu, 30 Januari 2016

HUJAN

Siapa yang tidak kenal Tere Liye. Penulis paling produktif di Indonesia. Dan, setiap karyanya selalu best seller, dicetak ulang sampai belasan kali. karya bang Tere, begitulah beliau disapa, tidak terfokus pada satu genre saja. Setiap genre, saya kira, sudah ada novelnya. Ah, tidak perlu dijelaskan panjang lebar ya, karena semua mungkin udah tau siapa bang Tere, bahkan mungkin fansnya, sama seperti saya :) Saat ini, saya hanya ingin menulis kesan saya tentang novel terbarunya yang berjudul 'HUJAN'. Maaf kalo spoiler. Novel ini ber-genre roman, artinya tentang perasaan. Ekhem... :D yang tidak saya duga, novel ini berlatar masa depan, menceritakan manusia di tahun 2043 dengan segala kecanggihan teknologinya. Tetapi, walaupun teknologinya di masa depan yang belum ada di zaman sekarang, kita tidak sulit membayangkan kecaanggihan gadget di novel itu. Karena, bang Tere menjelaskannya dengan bahasa yang sederhana dan mudah difahami, khas bang Tere. Novel itu juga membahas tentang isu2 global, seperti bencana alam, baik itu yang dikarenakan ulah manusia atau memang sudah siklusnya.
Banyak sekali pengetahuan di dalamnya. Tentang siklus meletusnya gunung. Tentang hujan asam. Saya kagum dengan bang Tere, yang saya tahu beliau adalah akuntan-ahli ekonomi-, tentu membutuhkan riset dulu tentang itu semua. Terus, cerita tentang perasaannya mana? Lebih baik baca sendiri agar lebih seru :) yang pasti, novel ini tidak sama dengan novel roman bang Tere yang sebelumnya, seperti 'Sunset bersama Rossie' atau 'Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin', yang membuat para pembaca belum bisa move on sampai sekarang. Galau tingkat dewa, hehe.
"Sesungguhnya, bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima. Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan".

Selamat membaca :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar