Awalnya, saya berniat meresensi buku 'Rihlah Ibnu Bathuthah', berhubung saya belum selesai membacanya, saya mau posting sedikit tentang biodata beliau dan tentang buku ini, tapi bukan isinya ya :)
Buku ini adalah buku tentang memoar Ibnu Bathuthah setelah menjelajahi berbagai negeri, semacam diary perjalanan. Beliau mendiktekan kisahnya kepada Ibnu Juzai, muridnya. Di lembaran pengantar penerbit dan penerjemah dikatakan, sebagai memoar perjalanan, selain unsur obyektifitas juga ada unsur subyektifitas dari Ibnu Bathuthah. Walaupun begitu, masih banyak hikmah yang bisa kita ambil dari buku ini.
"Namanya adalah Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim Al-lawati Ath-Thanji, Abu Abdullah, Ibnu Bathuthah, traveller (sang pelancong), dan ahli sejarah.
Ibnu Bathuthah lahir dan tumbuh menjadi remaja di Thanjah (Tangier), tahun 703 H bertepatan dengan tahun 1304 M. Pada tahun 725 H, ia meninggalkan negerinya, berkeliling di negeri-negeri seperti Maroko, Mesir, Syam, Hijaz, Irak, Persia, Yaman, Bahrain, Turkistan, maa waraa' nahr (transoxania), sebagian wilayah India, Cina, Jawa (Nusantara), Tartar, dan AfriKa Tengah.
Dalam rihlahnya itu, Ibnu Bathuthah bertemu dengan banyak raja dan amir. Ia memuji mereka dalam bait-bait syair. Dengan hadiah dan bekal yang diberikan para raja dan amir itu, dia melanjutkan rihlah ke pelbagai negeri yang lain. Kemudian dia kembali ke Maroko dan menjadi orang kepercayaan Sultan Abu Inan, salah satu raja Bani Marin. Dia menetap di negeri itu dan mendiktekan catatan dan kisah perjalanannya untuk ditulis ulang oleh Muhammad Ibnu Juzai Al-Kalbi di kota Fez pada tahun 756 H. Buku itu diberinya judul Tuhfah An-Nuzhzhaar fi Gharaa'ib Al-Amshaar wa 'Ajaa'ib Al-Ashfaar. Buku inilah yang sekarang berada di hadapan anda.
Catatan perjalanan ini telah diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa asing: seperti Inggris, Prancis, dan Portugis, serta disebarluaskan di negeri-negeri itu. Sebagian isinya ada yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman dan disebarluaskan di negeri itu.
Ibnu Bathuthah menguasai bahasa Turki dan Persia. Rihlahnya menghabiskan waktu selama 27 tahun, mulai tahun 1325 hingga 1352. Ibnu Bathuthah meninggal di Marakesh tahun 779 H, bertepatan dengan tahun 1377 M. Penting untuk diketahui bahwa Universitas Cambridge dalam buku dan atlas terbitannya menyematkan kepada Ibnu Bathuthah sebuah gelar "Pemimpin Pelancong Muslim."
Rihlah Ibnu Bathuthah_hal xvii-xviii
Nah, itu sedikit biodata dan keterangan singkat tentang Ibnu Bathuthah. Semoga bermanfaat :)
p.s: maaf kalau agak kurang nyaman membacanya, tipe hurufnya agak berantakan :) sayaa nulisnya di hp (ngeles :P padahal gaptek)