Jumat malam tanggal 12, di pondok kami mengadakan seminar membahas tentang valentine, mengenai ini sudah saya bahas di tulisan sebelumnya. Kali ini saya mau cerita tentang film yang kami tonton pada malam itu. Maaf kalo spoiler. Filmnya berjudul pejuang shubuh, terdiri dari tiga seri. Film ini adalah film karya filmmakermuslim yang bekerja sama dengan daqu movie yang ditayangkan di youtube. Inti cerita film ini tentang mendapatkan jodoh dengan rajin berjamaah shubuh di masjid.
Film ini dibintangi oleh Andre M. Addien sebagai Angga, Hidayaturrahmi sebagai Ratih dan juga para pemain pendukung lainnya. Film pertama, berkisah dari sudut pandang pemain utama prianya yang bernama Angga. Dia mempunyai pacar yang bernama Ratih. Setelah sekian lama pacaran, tiba-tiba Angga diputuskan oleh Ratih dengan alasan Angga bangunnya suka kesiangan dan telat shalat shubuh. Kata-kata yang selalu saya ingat adalah perkataan Ratih pada Angga, "gimana mau jadi pemimpin keluarga, mimpin diri sendiri juga belum bisa" :D kayaknya ngena banget. Masih dalam masa galau, datang lagi 'kemalangan' untuk Angga. Ayahnya berhenti mengiriminya uang, dia ingin anaknya berusaha mencari kerja, karena si Angga ini sudah lulus kuliah tapi belum juga punya pekerjaan. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin itu kata yang tepat menggambarkan keadaan Angga saat itu. Tetapi, Angga bukan tipe orang yang meratapi nasibnya. Akhirnya, dia meminta temannya yang rajin shalat shubuh di masjid untuk membangunkannya. Walau pertama kalinya susah, tetapi lama kelamaan akhirnya si Angga mampu bangun sendiri untuk shalat shubuh. Selain berjuang untuk bangun shubuh, dia juga berusaha mencari pekerjaan. Bersamaan dengan keberhasilan bangun shubuh, dia akhirnya mendapat kerja, dan ditempatkan di luar pulau. Sebelum berangkat, dia menitipkan surat untuk Ratih pada temannya. Isi suratnya saya lupa, bisa dilihat di youtube, yang pasti saya suka kata-kata dalam surat itu. Dua tahun kemudian, Angga kembali ke kotanya dan berniat melamar Ratih. Dia berhenti sejenak di sebuah masjid untuk melaksanakan shalat. Tak disangka, disana dia bertemu Ratih yang sedang menggendong anak. Angga terkejut dan terlihat kecewa, kita yang sedang menontonnya juga merasa kecewa, melihat perjuangan Angga selama ini untuk menggapai mimpi dan cintanya, masa harus berakhir seperti itu sih. Tak lama kemudian, datang seorang laki-laki menghampiri Ratih, yang dikenalkan Ratih sebagai kakaknya dan anak yang sedang digendongnya adalah keponakannya. Angga langsung menghembuskan nafas keras. Sama seperti kami yang sedang menontonnya. Kayaknya si Angga dari tadi menahan nafas deg, hahaha. Keren deh pokoknya film ini.
Ini nih gambarnya Angga. Setelah melihat film ini, saya langsung mencari tahu tentang dia :D
Pengikut
Minggu, 21 Februari 2016
Pejuang Shubuh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar