Jodoh. Kata itu selalu jadi momok bagi setiap orang, khususnya wanita. Apalagi kalau ia sudah berumur lebih seperempat abad, jika sudah berumur segitu dan belum juga ditakdirkan bertemu dengan jodohnya, kerisauan akan penantian panjang itu akan sering muncul. Ditambah pertanyaan orang-orang sekitar, rasanya ingin menangis dan berteriak sekencang-kencangnya 'jika manusia diberi kebebasan memilih waktu, setiap orang pasti memilih secepatnya'. Atau, memang sejatinya manusia diberi kebebasan tapi kitanya yang bebal tidak bisa membaca pertanda langit. Sekarang, saya sudah berumur 26 tahun dan alhamdulillah masih diberi kebebasan untuk berekspresi sendiri dulu. Sebenarnya, saya juga sedang dilanda kerisauan akan kapankah imam yang akan membimbing dunia akhirat saya datang menjemput. Ada yang datang menawarkan diri, tapi belum sreg di hati. Ada yang jadi dambaan jiwa sejak dulu, tapi tak kunjung jua bertamu. Entah sampai kapan hal ini akan terus terjadi. Jiwa dan hati saya sudah lelah, ingin ada tempat berbagi semua keluh kesah. Kadang saya bertanya-tanya, saya yang terlalu bebal atau.memang belum saatnya saja dan saya 'hanya' perlu bersabar sedikit lagi.
Ya Rabb.....semuanya telah Engkau gariskan, termasuk pendamping hidup saya. Hingga saatnya tiba, saya mohon kesabaran dan kekuatan jiwa. Hingga saatnya tiba, semoga saya bisa terus memperbaiki diri, menjadi pribadi yang lebih baik lagi, menjadi wanita yang cantik hatinya.
Ps. Catatan ini saya buat di tengah kegalauan menanti jodoh, ada yang menawarkan diri tapi tak sreg di hati, ada yang jadi dambaan jiwa tapi tak kunjung jua bertamu. Semoga nanti, ketika saya memutuskan bukan nafsu yang berbicara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar